Pendahuluan


Arus globalilasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan pergeseran paradigma keilmuan di kalangan masyarakat luas.

Termasuk peradaban ideologi yang menggiring terhadap arah yang menimbulkan kebebasan berwacana sehingga komflik budaya kearifan semakin merosot.

Bermula dari persepsi tersebut, IAI Syarifuddin Lumajang berupaya mengoptimalkan tekat dan berkomitmen untuk menjadi penyedia pusat kajian ilmiah unggul (Excelent Center).

Selain itu, IAI Syarifuddin berorientasi menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang solid terhadap sentralisasi pada peradaban Islam sunny.

Untuk merealisasikan hal ini, IAI Syarifuddin merumuskan sebuah konsep pendidikan tinggi dengan kurikulum yang integratif dengan intelektual berbasis KKNI.

Di samping itu, IAI Syarifuddin juga mengkolaborasikan antara pengetahuan tradisional dan kontemporer dan tetap berpegang teguh terhadap prinsip ahlusunnah wal jamaah.

sehingga lulusan IAI Syarifuddin menjadi lulusan yang memiliki integritas moral/akhlaqul karimah serta memiliki kreativitas positif trampil dan mampu mengaplikasikan pengetahuannya.[]